Film King Suleiman, Serial yang Melecehkan Islam

Film King Sulaiman, Film yang Melecehkan Islam
Film yang lagi heboh dan baru beberapa kali tayang ini mendapat penolakan dari terutama kalangan Islam. Page Indonesia milik Allah salah satunya, menganggap film ini berlatar belakan Islam, namun sejatinya menikam islam, berikut status yang kami kutip dr Page IMA dan sudah disebarkan lebih dari 1000 orang di laman facebooknya.

Film ini seperti pisau yang tajam yang siap membunuh islam | berlatar belakang islam tapi justru menikam islam

Sultan Sulaeman di bawah kehidupan utsmani tentu masih hidup dibawah aturan islam | tak nampak wanita dengan vulgar seperti itu



Sekulerisasi telah sukses merubah sejarah | sekulerisasi telah pintar membunuh citra islam | dulu Jodha Akbar kini King Suleiman

King Suleiman penuh wibawa di bawah bendera islam | tapi dalam dunia sekulerisasi, King Suleiman hanya utk komersialisasi

Sebagaimana film Fetih 1453 yang dibajak sekuler | kini kebenaran Islam tengah dibajak pula oleh yg bernama Film Suleiman

Utsmani yang dulu berbeda dengan turki disekulerkan oleh Mustapha Kemal sang terlaknat

Utsmani dahulu taat pada syariah | turki yang didirikan Mustapha tak lebih seruan aturan manusia penuh kedustaan

Wajar jika mereka yang tahu sejarah | pasti menolak film yang merusak fakta sesungguhnya

Wajar jika kita merasa marah bila film ini diputar | sebab rasa iman inilah yang menyerukan untuk menolak kedustaan film ini

==========================

www.kpi.go.id/index.php/pengaduan

Silakan kirimkan pengaduan kepada KPI pada link tersebut


Setelah diiklankan sekian lama, akhirnya ANTV mulai menayangkan Mega Serial King Suleiman, Senin 22 Desember 2014 pukul 21.30 WIB. Untuk menyedot perhatian pemirsa, edisi perdana itu tayang dua jam tanpa jeda iklan.

Siapa Sebenarnya King Suleiman?

 

 

Siapakah King Suleiman? Dalam sejarah Islam, dialah Sultan Sulaiman Al Qanuni. Khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II, dan Salim I. Sulaiman digelari Al Qanuni karena ia berhasil menyusun sistem undang-undang Daulah Turki Utsmani berdasarkan syariat Islam dan mengimplementasikannya secara teratur. Di Barat, King Suleiman dikenal sebagai Suleiman the Magnifient (Sulaiman yang Hebat).

Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dalam buku ad Daulah al Utsmaaniyah menuliskan bahwa masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al Qanuni merupakan puncak kekuasaan dan masa keemasan daulah Utsmaniyah. Pemerintahannya yang berlangsung pada 926 – 972 H (1520 – 1566 M) melahirkan perluasan wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah saat itu meliputi tiga benua.

Dalam buku Sejarah Para Khalifah, Hepi Andi Bastomi menggambarkan Sultan Sulaiman Al Qanuni sebagai negarawan paling ulung pada masanya. Di bawah pemerintahannya, Daulah Utsmaniyah menyebarkan Islam hingga ke rantau Balkan di Eropa meliputi Hungary, Belgrade, Austria, Benua Afrika dan Teluk Parsi.

Pendidikan yang baik dan terpadu sejak usia 7 tahun membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tenang dan mampu melahirkan keputusan-keputusan matang. Di awal pemerintahannya, ia sempat digoyang dengan empat pemberontakan; mulai dari pengkhianatan Gubernur Mesir hingga kaum Syiah di wilayah Yuzaghad. Namun, Sulaiman Al Qanuni berhasil mematahkan seluruh gangguan itu hingga kemudian Daulah Utsmani stabil dan mampu mengemban dakwah Islam tanpa direcoki permasalahan internal.

Versi Film King Suleiman

 

 

Sebelum ditayangkan, mega serial King Suleiman diiklankan dengan sangat gencar dalam waktu sekian lama. Selain di TV ada iklan-iklan pendek sekitar satu menit, ada pula iklan/trailer di Youtube berdurasi lebih dari tiga menit.

Dari trailer-trailer itu saja sudah bisa ditebak ke mana arah film King Suleiman. Ada wanita-wanita tanpa jilbab, berbaju ketat, menari hingga adegan bersentuhan dengan King Suleiman.

Pada episode perdana, Senin (22/12/2014) malam, kesan itu semakin menguat. Pada edisi perdana itu juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi. Agaknya, film yang mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah ini diadopsi dari novel berjudul The Sultan’s Harem karya Colin Falconer.

Di Turki, film tersebut juga menuai kontroversi. Banyak Muslim yang tidak setuju dengan film yang justru merusak citra Daulah Utsmaniyah dan sekaligus merusak citra Islam itu. [Ibnu K/bersamadakwah]

[www.bringislam.web.id]

Posting Komentar untuk "Film King Suleiman, Serial yang Melecehkan Islam"