Orang-orang Asing


PDF Print E-mail

Sungguh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan bahwa Islam ini pada awal kedatangannya adalah asing dan pada suatu saat nanti akan kembali dianggap asing (diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya: (145) dari Abu Hurairah), sebuah keadaan dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah seakan menggenggam bara api, barangsiapa beramal pada hari-hari semacam ini maka pahalanya seperti pahala amalan 50 orang shahabat radhiyallaahu ‘anhum ajma’in, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits-hadits yang masyhur:
“Akan suatu pada manusia suatu jaman, orang yang sabar (istiqamah) di atas agamanya pada jaman ini seperti memegang bara api.”(3)

—————————–

dari kutipan diatas, saya cermati ada 2 keadaan dari sebuah masa….

1. Islam ini pada awal kedatangannya adalah asing dan pada suatu saat nanti akan kembali dianggap asing.

2. Akan suatu pada manusia suatu jaman, orang yang sabar (istiqamah) di atas agamanya pada jaman ini seperti memegang bara api.

Masa dimana aturan2 islam dianggap aneh dan sangat sulitnya mengikuti aturan2 islam, ibarat panas sepanas menggenggam bara api…

sudah datangkah masa itu??? sepertinya tidak berlebihan kalo saya sudah mengatakan sudah… dari SD,SMP,SMA ada pelajaran agama islam… suka nggak suka tiap murid yang muslim harus mengikuti, bahkan ada ujiannya. Begitupun saya mengikutinya… jadi sedikit banyak tau yang seperti apa itu aturan-aturan islam…..

Kalau di tempat/negara yang mayoritas agamanya non muslim, yang dimana aturan2 islam tidak di syiarkan, mungkin 2 hal tersebut kurang relevan. Coba saya tanya di negri saya sendiri… tidak usah scopenya negara, provinsi deh… tidak usah provinsi kabupaten… kecamatan… lurah, rt .. rw… tetangga.. teman.. mungkin temanpun terlalu melebar… diri saya sendiri saja…. terasa kah bahwa mengikuti benar-benar ajaran islam itu ibarat mengenggam bara api…. "Yah.. benar.. itu yang saya rasakan….".. terkadang saking panasnya saya lepas itu bara api… saya pegang lagi.. saya lepas…. begitulah terus…

Tapi mungkin keadaan saya ini belumlah apa2 dibandingkan dg saudara2 saya yang ada di Palestina, di Irak, Chechnya, di Thailand dll yang mereka lebih parah dari keadaanku, mereka di perangi, di aniyaya dan di bunuh.. yang saat ini aku hanya bisa berdoa, Ya Allah sabarkanlah hati mereka dan cepetkanlah pertolongan-Mu yakni tegaknya kembali Syariah dan Khilafah yang akan melindungi ummat yang saat ini telah banyak di Dzolimi

Mungkin sekarang inilah masa-masa di mana Teguh istiqomah kepada aturan2 agama ibarat memegang bara api…. lantas buat apa kita harus teguh istiqomah, buat apa kita hasur panas-panas memegang bara api… bukankah lebih menyenangkan memegang sesuatu yang kita senangi dari pada memegang bara api??? Peganglah apa yang menurut benak kita senangi..???

Mungkin ada sebagian yang berpendapat:

Buat apa istiqomah??? Orang bilang jaman sekarang jaman susah, jangankan cari kesenangan dunia, untuk selamat sehari2 aja susah… kenapa tidak dibikin praktis saja… selama KEBANYAKAN orang sepakat itu baik, kenapa repot2 maksain aturan ISLAM???? toh semua orang sudah maklum…. (terserah apapun halnya itu…)..

Hmmmm….. semua orang bebas berpendapat, apakah saya sependapat atau tidak… entahlah….tp ku coba sebisa mungkin untuk menjelaskan, terbesit dari saya kata2 mulia Rosulullah yang dilantunkan dalam sebuah nasyid yang pernah tenar di stasiun televisi, sampaikanlah walau satu ayat, aku akan terus memegang bara api itu meski kadang2 ku lepas,,meski bara itu semakin memanas dan semakin bertambah panas,

mengapa????

"
28. Hai jiwa yang tenang.
29. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
30. Maka masuklah ke dalam jama`ah hamba-hamba-Ku,
31. masuklah ke dalam syurga-Ku.
"
QS Al-Fajr (89 : 29-31)…

Akhirnya semuanya terserah kita….. mau termasuk ke yang mana….

sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat..." (QS.2:256)

3 komentar untuk "Orang-orang Asing"

  1. Hmm... tulisan yg menarik.

    "Lihatlah dr dunia ini apa yg baik bagi jiwamu, lalu ambillah meskipun orang di sekitarmu menanggapinya buruk dan lihatlah dari dunia ini apa yg buruk bagi jiwamu, lalu tinggalkanlah meskipun orang di sekitarmu menanggapinya baik."

    BalasHapus
  2. jzkllah uda kasih komen, tp jika kebaikan dipandang dr sisi kita bisa jadi itu salah, maka sebaiknya kebaikan yang kita ikuti adalah dr pandangan Allah, Allah menganggap hal itu baik ato tidak!! hehe

    “… Boleh jadi kamu membenci seseuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

    BalasHapus
  3. udah dong...enta..komentar saja..walaupon enggak paham:)

    BalasHapus