Aku Sayang Ibu
Beberapa hari lalu saya menerima sms dari temen saya yang berada jauh di sana Kabupaten Kendal, dia adalah temen sewaktu saya MTS, agak lucu tapi sangat menyentuh, begini selengkapnya isi sms tersebut
Ini mengenai Nilai kasih ibu,
Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk di dapur
kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas.
Sang ibu menerima kertas tersebut dan langsung membacanya.
Ongkos upah membantu Ibu:
-membantu ke warung Rp 20 ribu
-menjaga adik Rp 20 ribu
-membuang sampah rp 5 ribu
-membereskan tempat tidur Rp 10 ribu
-nyiram bunga Rp 15 ribu
-menyapu 15 Ribu
total 85 ribu
-mengandung selama 9 bulan, gratis.
-jaga malam karena menjagamu, gratis
-air mata yang menetes karenamu, gratis
-khawatir karena memikirkan keadaanmu, gratis
-menyediakan makan, minum, pakaian, dan seluruh keperluanmu, gratis
-jumlah keseluruhan nilai kasihku, GRATIS
Air mata sang anak berlinang kemudia ia memeluk ibunya dan mengucapkan "Aku sayang Ibu"
kemudian ia mengambil pena dan menulis "LUNAS"
Memang benar pepatah jawa mengataka, Tresno wong tuwo marang anak sak klopo, ananging tresno anak marang wong tuwo sak upo yang artinya kasih sayang orang tua terhadap anak sebesar kelapa sedang kasih sayang anak kepada orang tua hanya sebesar sebutir nasi
Ini mengenai Nilai kasih ibu,
Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk di dapur
kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas.
Sang ibu menerima kertas tersebut dan langsung membacanya.
Ongkos upah membantu Ibu:
-membantu ke warung Rp 20 ribu
-menjaga adik Rp 20 ribu
-membuang sampah rp 5 ribu
-membereskan tempat tidur Rp 10 ribu
-nyiram bunga Rp 15 ribu
-menyapu 15 Ribu
total 85 ribu
Selesai membaca sang ibu tersenyum, mengambil pena dan menulis di belakang kertas yang sama
-mengandung selama 9 bulan, gratis.
-jaga malam karena menjagamu, gratis
-air mata yang menetes karenamu, gratis
-khawatir karena memikirkan keadaanmu, gratis
-menyediakan makan, minum, pakaian, dan seluruh keperluanmu, gratis
-jumlah keseluruhan nilai kasihku, GRATIS
Air mata sang anak berlinang kemudia ia memeluk ibunya dan mengucapkan "Aku sayang Ibu"
kemudian ia mengambil pena dan menulis "LUNAS"
Memang benar pepatah jawa mengataka, Tresno wong tuwo marang anak sak klopo, ananging tresno anak marang wong tuwo sak upo yang artinya kasih sayang orang tua terhadap anak sebesar kelapa sedang kasih sayang anak kepada orang tua hanya sebesar sebutir nasi
Hmm... kasihseorang ibu memang tak ternilai, tidak bisa diukur oleh apapun di dunia ini.
BalasHapusI Love U, Mom.
Assallamuallaikum akhi ...
BalasHapusmari kita bangkitkan kembali kejayaan umat ini hanya dengan Daulah Khilafah!
UP! UP! KHILAFAH!
Allahu Akbar ...
jzk atas komennya, :)
BalasHapusibu...jadi kangen ibu di rumah ^^
BalasHapussemoga kita bisa memberikan senyum kebanggaan pada ibu ^^ pada ayah juga ding hhe ^^
sebenarnya sudah sering artikel ini kubaca, tapi efeknya masih terus ada nuh kalo bc lagi ^^
miss u ibu^^
iya mbak Yun, emang tulisan ne emang uda tidak asing lg di telinga kita,, tp sengaja tak post drpd nggak ada artikel baru, hehe tp kayaknya sy belum terlalu lama taunya, biasa kurang gaul :D
BalasHapusdalam hubungan bilateral antar manusia (kek politik aja, maksudnya habbluminnaas), upah ibu mang ga berbayar alias gratisan, abis mahal banget. cuman jadi ujian sang ibu manakala anak dah gede, mbantahnya sampe beliau ampun2, tega memasukkan lagi tu anak ke perutnya daripada ditentang sedemikian rupa.padahal ibu mengandung anaknya dalam kondisi sepayah2nya fisik dan psikis.Ah sebagai calon ibu, hanya bisa berharap semoga kelak Alloh mengkaruniakan kesabaran takterbatas dalam menghadapi ujian kasih sayangku (anak-red)
BalasHapus