Kado Untuk saudaraku di Indonesia dan Malaysia menyikapi krisis Ambalat
Islam adalah agama yang menjadi rahmad bagi seluruh ummat manusia, menghapus perbedaan antara yang berkulit putih, hitam maupun sawo matang, baik yang kaya maupun yang miskin, itu terlihat jika kita mau menoleh ke belakang kisah kisah baginda Nabi Agung Muhammad SAW. yang mendamaikan antara suku Aus dan Khajrat mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Ansar, bahkan Rasulullah bisa mendamaikan antara kaum kafir dan Islam terbukti dalam perjanjian Hudaibiyyah.
Akhir-akhir ini ramai diberitakan mengenai blok Ambalat.
Akhir-akhir ini ramai diberitakan mengenai blok Ambalat.
Akhir-akhir ini ramai diberitakan mengenai blok Ambalat.
adalah blok laut luas 15.235 kilometer persegi yang terletak sulawesi atau selat makasar yang konon kaya akan minyak mentah. kini di perebutkan 2 negri Muslim yakni Indonesia dan Malaysia
JAKARTA (Pos Kota) – TNI menyatakan siap perang melawan tentara Malaysia yang telah melanggar kedaulatan NKRI di perairan Ambalat. Pernyataan tersebut ditegaskan Kapuspen TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen.
“Wewenang perintah perang berada pada Pangti TNI,” kata Sagom Tamboen, didampingi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, Kadispenad, Brigjen TNI Christian Zebua, dan Kadispenau, Marsekal Pertama TNI Bambang S. dalam silaturahmi dengan sejumlah redaktur pelaksana media massa ibukota di kawasan Halim Pertadakusuma, Rabu malam (3/6).
Menurut Sagom, jika Panglima Tinggi (Pangti) TNI dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan perintah perang, TNI langsung terlibat perang. Dalam tempo paling lama 2 x 24 jam, presiden harus minta persetujuan DPR RI. Bila DPR menolak, maka perang yang sudah berlangsung harus distop.
Presiden saat ini memilih penyelesaian lewat diplomasi sesuai dengan kesepakatan antar-negara anggota ASEAN, jelasnya.
bahkan dari berita tersebut muncul komentar2 yang bernada keras di antaranya sebagai berikut, maaf nama tidak dipublikasikan
xxxx @ Jumat, 5 Juni 2009 | 12:14 WIB
perang? boleh juga tuh. habis Malaysia nggak sadar2 dengan kesalahannya. seenaknya dia ngambil ikan di laut kita :(
xxxxx @ Rabu, 3 Juni 2009 | 20:29 WIB
PERANG......PERANG.....PERANG! Kalau perlu perang untuk mempertahankan NKRI dan harga diri bangsa. Tidak perlu takut seluruh komponen bangsa akan bersatu.Meskipun Alutsista kita minim, semangat dan kemampuan tempur TNI kita masih lebih tinggi
xxxxxx @ Rabu, 3 Juni 2009 | 20:10 WIB
gitu donk ayo kita dukung tentaraku...
xxxxxx @ Rabu, 3 Juni 2009 | 20:03 WIB
TNI kita memang harus siap perang bersama seluruh komponen bangsa Indonesia.. Sudah saatnya negara tetangga serumpun ini diberi peringatan, karena sudah sering sekali memprovokasi kita. Meskipun alutsista kita kekurangan anggaran, akan tetapi kemampuan dan semangat tempur TNI kita masih diatas negara Malayia
xxxxxx@ Rabu, 3 Juni 2009 | 19:59 WIB
BANJARMASIN, KOMPAS.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan selalu siap sedia menjaga dan mengamankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan cara berperang sekali pun. "Keutuhan NKRI adalah harga mati bagi setiap masyarakat Indonesia kepada siapa saja yang berani mengganggu kedaulatan negara ini," tegas Panglima TNI Jenderal Joko Santoso di Banjarmasin, Rabu (3/6).
Kehadiran Panglima TNI di Banjarmasin dalam rangka pelaksanaan program bhakti TNI di Rumah Sakit TPT Banjarmasin.
Saat ditanya apakah TNI siap untuk perang, Panglima mengatakan, "TNI siap perang asalkan itu diputuskan oleh bangsa dengan putusan politik antara pemerintah dan DPR."
Menurut Joko, TNI adalah penjaga kedaulatan, jadi akan selalu menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.
Saat ditanya mengenai kasus Ambalat, Joko menjelaskan, TNI akan selalu siap mewaspadai setiap ancaman yang datang dari luar. "Kami akan menghalau negara mana pun yang memasuki wilayah kesatuan Republik Indonesia tanpa izin dengan cara yang sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," tegasnya.
"Untuk itu, dengan adanya kesiapan TNI dalam menjaga keutuhan NKRI, maka siapa saja dalam hal itu negara mana pun yang memasuki wilayah Indonesia tanpa meminta izin akan ditegur dan diminta untuk meninggalkan NKRI," jelasnya.
Disinggung masalah alutsista, dikatakan, sampai saat ini TNI masih mengalami kekurangan dalam masalah anggaran. Kendati begitu, TNI AD dalam waktu dekat sudah menerima beberapa helikopter yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia untuk pelaksanaan operasi di lapangan.
"Tapi ke depan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan maupun pengadaan baru seperti akan membeli sebuah kapal selam untuk TNI AL," kata Panglima TNI.
Inilah wahai saudaraku, ikatan yang sangat rendah yakni Nasionalisme bangsa-bangsa(nation state) telah membawa kita saling bermusuhan dan tidak terlalu peduli terhadap nasib sesama kaum muslimin, ikatan yang rendah ini yang telah berhasil dibentuk oleh tangan-tangan penjajah telah membuat kita lupa bahwakita disatukan bukan dengan nasionalisme melainkan akidah yang sama yakni Aqidah Islam, negeri yang mayoritas penduduknya Muslim kini telah memanas. Ikatan ini juga telah menjadikan kaum muslim mudah di aniyaya dan di zalimi, kita bisa melihat keadaan muslim rohingnya yang di zalimi oleh tindakan represif pemerintah tailan tapi seolah negri-negri muslim lain tak peduli terhadap nasib mereka, masih banyak kasud lain yang di alami oleh ummat Islam akibat ikatan yang rendah ini. Kita bisa melihat nasib kaum Muslimin di Afganista, Irak, palestina, Khasmir dan yang lainnya yang begitu mudah di zalimi karena ikatan ini(nasionalisme)
Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai, dan ingatlah Nikmat Allah yang diberikan kepadamu ketika kamu dahulu(masa jahiliyyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara , sedang di masa itu kamu berada di tepi jurang neraka. lalu Kami menyelamatkanmu dari sana . demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imron 102)
Sesunggauhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah kedua saudaramu(yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Alhujurat 10)
sebagai negeri yang mayoritas penduduknya adalah Muslim sudah saatnya kita menyadari bahwa kita harus bersatu padu, musuh kita bukanlan sesama muslim melainkan kaum kafir dan Munafik yang senantiyasa membenci Islam wahai kaum Muslim aku menyeru kepada kalian sudah saatnya kita mencampakkan ikatan rendah nasionalisme bangsa-bangsa yang telah nyata menghancurkan kita kemudian bangkit dan bersatu, di bawah kibar bendera La Illaha illallah Muhamadurosulullah, dalam naungan Khilafah Rasyidah 'ala Minhajjin Nubuwwah,
yang tak lama lagi segera tegak kembali semoga
adalah blok laut luas 15.235 kilometer persegi yang terletak sulawesi atau selat makasar yang konon kaya akan minyak mentah. kini di perebutkan 2 negri Muslim yakni Indonesia dan Malaysia
JAKARTA (Pos Kota) – TNI menyatakan siap perang melawan tentara Malaysia yang telah melanggar kedaulatan NKRI di perairan Ambalat. Pernyataan tersebut ditegaskan Kapuspen TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen.
“Wewenang perintah perang berada pada Pangti TNI,” kata Sagom Tamboen, didampingi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, Kadispenad, Brigjen TNI Christian Zebua, dan Kadispenau, Marsekal Pertama TNI Bambang S. dalam silaturahmi dengan sejumlah redaktur pelaksana media massa ibukota di kawasan Halim Pertadakusuma, Rabu malam (3/6).
Menurut Sagom, jika Panglima Tinggi (Pangti) TNI dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan perintah perang, TNI langsung terlibat perang. Dalam tempo paling lama 2 x 24 jam, presiden harus minta persetujuan DPR RI. Bila DPR menolak, maka perang yang sudah berlangsung harus distop.
Presiden saat ini memilih penyelesaian lewat diplomasi sesuai dengan kesepakatan antar-negara anggota ASEAN, jelasnya.
bahkan dari berita tersebut muncul komentar2 yang bernada keras di antaranya sebagai berikut, maaf nama tidak dipublikasikan
xxxx @ Jumat, 5 Juni 2009 | 12:14 WIB
perang? boleh juga tuh. habis Malaysia nggak sadar2 dengan kesalahannya. seenaknya dia ngambil ikan di laut kita :(
xxxxx @ Rabu, 3 Juni 2009 | 20:29 WIB
PERANG......PERANG.....PERANG! Kalau perlu perang untuk mempertahankan NKRI dan harga diri bangsa. Tidak perlu takut seluruh komponen bangsa akan bersatu.Meskipun Alutsista kita minim, semangat dan kemampuan tempur TNI kita masih lebih tinggi
xxxxxx @ Rabu, 3 Juni 2009 | 20:10 WIB
gitu donk ayo kita dukung tentaraku...
xxxxxx @ Rabu, 3 Juni 2009 | 20:03 WIB
TNI kita memang harus siap perang bersama seluruh komponen bangsa Indonesia.. Sudah saatnya negara tetangga serumpun ini diberi peringatan, karena sudah sering sekali memprovokasi kita. Meskipun alutsista kita kekurangan anggaran, akan tetapi kemampuan dan semangat tempur TNI kita masih diatas negara Malayia
xxxxxx@ Rabu, 3 Juni 2009 | 19:59 WIB
Setuju... bukan hanya TNI yang harus siap tetapi kita juga bangsa indonesia berjuang demi kedaulatan bangsa. HIDUP INDONESIA....!!! HIDUP TANAH AIRKU....!!! GANYANG MALAYSIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BANJARMASIN, KOMPAS.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan selalu siap sedia menjaga dan mengamankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan cara berperang sekali pun. "Keutuhan NKRI adalah harga mati bagi setiap masyarakat Indonesia kepada siapa saja yang berani mengganggu kedaulatan negara ini," tegas Panglima TNI Jenderal Joko Santoso di Banjarmasin, Rabu (3/6).
Kehadiran Panglima TNI di Banjarmasin dalam rangka pelaksanaan program bhakti TNI di Rumah Sakit TPT Banjarmasin.
Saat ditanya apakah TNI siap untuk perang, Panglima mengatakan, "TNI siap perang asalkan itu diputuskan oleh bangsa dengan putusan politik antara pemerintah dan DPR."
Menurut Joko, TNI adalah penjaga kedaulatan, jadi akan selalu menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.
Saat ditanya mengenai kasus Ambalat, Joko menjelaskan, TNI akan selalu siap mewaspadai setiap ancaman yang datang dari luar. "Kami akan menghalau negara mana pun yang memasuki wilayah kesatuan Republik Indonesia tanpa izin dengan cara yang sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," tegasnya.
"Untuk itu, dengan adanya kesiapan TNI dalam menjaga keutuhan NKRI, maka siapa saja dalam hal itu negara mana pun yang memasuki wilayah Indonesia tanpa meminta izin akan ditegur dan diminta untuk meninggalkan NKRI," jelasnya.
Disinggung masalah alutsista, dikatakan, sampai saat ini TNI masih mengalami kekurangan dalam masalah anggaran. Kendati begitu, TNI AD dalam waktu dekat sudah menerima beberapa helikopter yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia untuk pelaksanaan operasi di lapangan.
"Tapi ke depan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan maupun pengadaan baru seperti akan membeli sebuah kapal selam untuk TNI AL," kata Panglima TNI.
Inilah wahai saudaraku, ikatan yang sangat rendah yakni Nasionalisme bangsa-bangsa(nation state) telah membawa kita saling bermusuhan dan tidak terlalu peduli terhadap nasib sesama kaum muslimin, ikatan yang rendah ini yang telah berhasil dibentuk oleh tangan-tangan penjajah telah membuat kita lupa bahwakita disatukan bukan dengan nasionalisme melainkan akidah yang sama yakni Aqidah Islam, negeri yang mayoritas penduduknya Muslim kini telah memanas. Ikatan ini juga telah menjadikan kaum muslim mudah di aniyaya dan di zalimi, kita bisa melihat keadaan muslim rohingnya yang di zalimi oleh tindakan represif pemerintah tailan tapi seolah negri-negri muslim lain tak peduli terhadap nasib mereka, masih banyak kasud lain yang di alami oleh ummat Islam akibat ikatan yang rendah ini. Kita bisa melihat nasib kaum Muslimin di Afganista, Irak, palestina, Khasmir dan yang lainnya yang begitu mudah di zalimi karena ikatan ini(nasionalisme)
Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai, dan ingatlah Nikmat Allah yang diberikan kepadamu ketika kamu dahulu(masa jahiliyyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara , sedang di masa itu kamu berada di tepi jurang neraka. lalu Kami menyelamatkanmu dari sana . demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imron 102)
Sesunggauhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah kedua saudaramu(yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Alhujurat 10)
sebagai negeri yang mayoritas penduduknya adalah Muslim sudah saatnya kita menyadari bahwa kita harus bersatu padu, musuh kita bukanlan sesama muslim melainkan kaum kafir dan Munafik yang senantiyasa membenci Islam wahai kaum Muslim aku menyeru kepada kalian sudah saatnya kita mencampakkan ikatan rendah nasionalisme bangsa-bangsa yang telah nyata menghancurkan kita kemudian bangkit dan bersatu, di bawah kibar bendera La Illaha illallah Muhamadurosulullah, dalam naungan Khilafah Rasyidah 'ala Minhajjin Nubuwwah,
yang tak lama lagi segera tegak kembali semoga
Posting Komentar untuk "Kado Untuk saudaraku di Indonesia dan Malaysia menyikapi krisis Ambalat"