MUI dan Walubi Minta Pemerintah Siapkan Penampungan untuk Pengungsi Rohingya
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menggelar konferensi pers bersama menyikapi gelombang pengungsian Muslim Rohingya di Aceh. Kedua organisasi keagamaan itu meminta pemerintah Indonesia segera menyiapkan tempat penampungan khusus untuk seribu lebih pengungsi Rohingya yang kini terdampar di Aceh dan Sumatra Utara.
"Kami meminta kepada pemerintah agar disediakan satu tempat bagi pengungsi sehingga tidak ada lagi manusia kapal, apalagi Indonesia pernah menampung pengungsi dari Kamboja dan Vietnam," kata Ketua Bidang Kerukunan Antarumat Beragama MUI Pusat Slamet Effendi Yusuf saat jumpa pers pernyataan sikap bersama MUI dan Walubi di Kantor MUI Pusat Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (20/05).
Slamet mengatakan Indonesia bisa menyiapkan tempat penampungan seperti yang pernah disiapkan untuk pengungsi Kamboja dan Vietnam pada 1970-an di Pulau Galang, Kepulauan Riau.
Kamp pengungsian yang dibangun oleh Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR/United Nations High Commision for Refugees) dan Pemerintah Indonesia tersebut dapat menampung sekitar 250 ribu orang hingga tahun 1990-an.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum Walubi Arief Harsono mengimbau seluruh umat beragama, baik Buddha maupun Islam dapat menjaga hubungan baik serta bersama-sama memberi bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi.
"MUI dan Walubi bertekad menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa logistik untuk pengungsi yang berada di Indonesia, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara," kata Arief.
Seruan dan bantuan tersebut, kata Slamet, merupakan bentuk keprihatinan dari MUI dan Walubi atas kompleksitas permasalahan warga Rohingya yang tidak diakui status kewarganegaraannya di Myanmar.
red: meta susanti
sumber: Antara (SI Online)
[www.bringislam.web.id]

Posting Komentar untuk "MUI dan Walubi Minta Pemerintah Siapkan Penampungan untuk Pengungsi Rohingya"