Pasukan-pasukan Syiah Pembantai Ahlus Sunnah (1)
Beredarnya atribut Hizbullah tentu mengagetkan banyak pihak. Ia
bukanlah nama asing bagi Ahlus Sunnah, umumnya di daerah Syam, khususnya
di Suriah. Hizbullah adalah organisasi politik dan paramiliter
Syiah yang didirikan pada tahun 1982 dengan basis di Libanon. Celakanya,
selain pernah terekam melawan Israel, Hizbullah juga berkecimpung
membela rezim Suriah dalam membantai pemberontak Ahlus Sunnah.
“Pergi, pergilah Bashar. Bawalah partai setan (Hizbullah) bersamamu,” teriak warga Suriah, Sabtu (1/9/2012).
Ucapan warga sipil Suriah itu adalah bentuk protes mereka kepada
Hizbullah dan Iran yang selama ini berada di balik dukungan kepada
Presiden Bashar Assad. Puluhan ribu mayat warga Sunni tampaknya tidak
menjadi persoalan selama support kepada Assad terus mengalir. Juru bicara tentara oposisi Suriah pun secara benderang mengatakan kepada “Al-Jazeera”
bahwa ketika mereka menangkap puluhan anggota Shabiha terdapat beberapa
anggota milisi Hizbullah di dalamnya. Shabiha adalah kelompok berbadan
besar yang memiliki jejak berdarah membantai pemberontak Suriah.
Tentu fenomena ini menjadi pertanyaan besar bagi Syiah yang selama
ini mengaku terdepan melawan kezhaliman Barat. Tidak segan-segan Iran
rajin mengkoleksi kata kecam kepada Israel ketika inflitrasi Yahudi
menukik di Palestina. Lewat opini itulah Iran menjual identitasnya
kepada Ahlus Sunnah bahwa mereka bisa saling bergandengan tangan dalam
pembebasan Palestina.
Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah dalam bukunya Pengkhianatan Syiah Sepanjang Sejarah memberikan sebuah analisa yang baik. Ia mengatakan bahwa Sejarah
telah menampilkan lembaran-lembaran hitam tentang
pengkhianatan-pengkhianatan Syi’ah terhadap kaum muslimin sebagai
penerapan aqidah mereka terhadap kaum muslimin.
Pengkhianatan-pengkhianatan Syi’ah ternyata tidak surut hingga hari ini
bahkan semakin membabi buta. Maka hendaknya setiap muslim selalu waspada
terhadap mereka dan tidak terperdaya dengan mulut-mulut manis mereka
untuk memperdaya kaum muslimin Ahlus Sunnah dengan slogan “Persatuan
Islam”.
Aqidah Syi’ah menganggap Ahlus Sunnah adalah orang-orang kafir dan
najis sehingga halal harta dan nyawanya. Bahkan Yusuf al-Bahrani—seorang
gembong Syi’ah—di dalam kitabnya alHadâiq an-Nâdhirah fî Ahkâm al-’Itrah ath-Thâhirah
(12/323), mengatakan, “Sesungguhnya anggapan bahwa an-Nashib (baca:
Ahlus Sunnah) itu muslim, dan juga anggapan bahwa agama Islam tidak
membolehkan untuk mengambil harta mereka, ini semua tidak sesuai dengan
ajaran kelompok yang benar (Syi’ah, Pen.) mulai dari dahulu sampai
sekarang, yang mana mereka itu mengatakan bahwa an-Nashib itu kafir dan
najis serta boleh diambil hartanya bahkan dibenarkan untuk dibunuh.”
Dengan berpegangan pada teologi inilah, Syiah sangat menanamkan
kebencian terhadap Ahlus Sunnah. Mereka menganggap darah kaum Sunnah
halal untuk dialirkan. Bahkan Syaikh Husain bin Ali ‘Ushfur
al-Dararial-Bahrani dalam kitabnya, al-Mahasin al-Nafsaniyyah fii Ajwibah al-Masaa-il al-Khurasaaniyyah,
hal. 17 menyatakan bahwa orang-orang Syi’ah menggelari orang-orang
Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jama’ah (al-Nashib) lebih najis daripada
anjing dan lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani. Dia mengatakan,
بَلْ أَخْبَارُهُمْ عَلَيْهِمُ السَّلامُ تُنَادِي بِأَنَّ النَّاصِبَ هُوِ مَا يُقَالُ لَهُ عِنْدَهُمْ سُنِّياًّ
“Bahkan kabar-kabar dari mereka (para imam) ‘alaihis salam
menyerukan bahwa yang dimaksud al-Nashib adalah yang dikenal dikalangan
mereka dengan Sunni.”
Maka itu mengkaji milisi-milisi Syiah menjadi kebutuhan umat Islam.
Kejadian di Suriah, Lebanon, maupun Palestina adalah bukti Syiah
menyimpan pasukan yang patut diwaspadai umat Islam. Dari zaman
Hasyasyin, Hizbullah, Houti, Shabiha, milisi-milisi Syiah terus bergerak
mengkhianati umat Islam. Di Irak, ikatan yang melingkar di leher warga
Sunni pun menjadi pemandangan merata dalam upaya pemerintahan boneka
Syiah Irak menghukum mati para pengikut Sunni. Allahua’lam.
(Pizaro/Bersambung)
Posting Komentar untuk "Pasukan-pasukan Syiah Pembantai Ahlus Sunnah (1)"