Sakinah Sampai Surga

Disampaikan oleh:
Kyai Tholhah Hasan

Setiap orang yang berumah tangga siapapun orangnya pasti menginginkan rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Inilah inti do’a yang diaminkan segenap undangan ketika juru do’a memimpin do’anya pada setiap walimatul ‘ursy (saat pesta perkawinan). Keluarga sakinah merupakan langkah awal untuk menyongsong kehidupan abadi, yaitu kehidupan surgawi di akhirat yang sakinah, hanya disediakan untuk orang-orang yang berjiwa sakinah dan hidup dengan sakinah.

KH Tolchah Hasan Keluarga sakinah merupakan langkah awal membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang sakinah. Rumah tangga merupakan unit terkecil dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kondisi rumah tangga. Karena itu rumah tangga yang rusak akan menyebabkan bangsa dan negara rusak/kacau dan terpuruk. Sebaliknya rumah tangga sakinah akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara yang sakinah.Sebagai muslim tentu kita telusuri ajaran Islam. Karena itu untuk menciptakan keluarga sakinah itu, perlu beberapa hal sejak awal-awalnya demi menuju, kata Nabi “Rumahku Surgaku” yaitu antara lain :
Pertama, harus ada kesamaan aqidah suami–istri. Oleh karena itu faktor niat untuk menikah dan memilih pasangan harus didahulukan : niat ibadah dan karena agama, sebab yang seagama, Insya Allah akan selamat,

Kedua, seluruh anggota keluarga harus berakhlakul karimah, terutama dalam hal berkata-kata yang benar. Karena besar sekali dampaknya dalam kehidupan berrumah tangga. Allah berfirman, artinya : “Dan berkata-katalah dengan baik / tepat. Niscaya Allah akan memperbaiki perilakumu yang sangat bermanfaat bagi kamu dan Allah mengampuni dosa-dosa kamu…” (QS. 33 Al-Ahzab: 70 – 71)

Ketiga, harus ada kemauan memahami dan mengamalkan syari’at Islam, terutama tentang batasan halal dan haram. Dengan demikian seluruh aktivitas yang dilakukan oleh anggota keluarga, baik di dalam maupun di luar rumah, ketika bekerja maupun sedang istirahat, ketika beribadah maupun sedang bermain-main, tidak ada yang menyimpang dari riil syari’ah. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW:, artinya : pabila Allah menghendaki kebaikan kepada Pembina Rumah Tangga, maka Allah akan memberikan pemahaman tentang agama kepada mereka” (HR. Bukhari).

Keempat, harus ada saling pengertian. Setiap Manusia tidak luput dari kekurangan. Demi keharmonisan Rumah Tangga, kekurangan itu harus dieliminasi dan diantisipasi sejak dini dengan menumbuhkan saling pengertian, terutama antara suami istri. Hal ini diisyaratkan Allah dalam Surat Al-Baqarah : 228, artinya: “Perempuan (istri) mempunyai hak seimbang dengan kewajiban-kewajiban atas mereka dengan cara-cara yang baik”.
Kelima, harus ada kepemimpinan dan ketaatan kepada pimpinan. Dalam hal ini kepemimpinan dibebankan kepada laki-laki (suami), sedangkan istri harus patuh. Namun semuanya harus dalam batas-batas ‘alal birri wat taqwâ. (dalam kebaikan dan ketaqwaan) Allah SWT berfirman dalam Surat ke-4, An-Nisa ayat 34, artinya: “Laki-laki (suami) adalah pengurus atas perempuan (istri), lantaran Allah telah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain, dan lantaran suami harus menafkahkan istri dari harta-harta mereka. Maka istri-istri yang sholihah adalah istri-istri yang patuh dan menjaga diri ketika suami tidak berada di rumah dengan aturan yang telah ditetapkan Allah”.
Demikianlah langkah membentuk keluarga sakinah, semoga Allah menjadikan kita mampu membangun rumah tangga kita sakinah untuk menuju “rumahku surgaku”. Aamiin (mediaummat.co.id) BringBackIslam

Posting Komentar untuk "Sakinah Sampai Surga"