Tahanan Muslim Rohingya Disiksa Sampai Mati di Penjara Rezim Burma
Kamis (21/02/13) Kongres Nasional Arakan
(ANC), salah satu organisasi anggota Uni arakan Rohingya (ARU) yang
berada di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI), mengeluarkan laporan
bahwa sedikitnya 1000 Muslim Rohingya mengalami penangkapan sewenang –
wenang oleh Pemerintah Burma pada tahun lalu.
Menurut penuturan mantan tahanan, orang –
orang Rohingya sering dipukuli setiap hari oleh polisi. Sampai – sampai
beberapa tahanan menemui ajalnya karena kerasnya penyiksaan dan
kekerasaan yang mereka dapatkan di penjara. Apalagi ada lansia. Bahkan
tahanan baru tidak memakai baju.[imo/voa-islam/www.bringislam.we.id]
Laporan itu itu juga mengatakan bahwa di
antara para tahanan itu ada beberapa wanta muslimah dan 70 anak – anak,
bahkan ada yang di bawah usia 10 tahun.
Menurut laporan itu, penyiksaan dan
kekerasan di penjara di praktekkan secara luas, termasuk eksploitasi
seksual, yang menyebabkan kematian sedikitnya 68 orang.

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:
BalasHapussurah / surat : An-Nisaa Ayat : 93
waman yaqtul mu/minan muta'ammidan fajazaauhu jahannamu khaalidan fiihaa waghadhiba allaahu 'alayhi wala'anahu wa-a'adda lahu 'adzaaban 'azhiimaan
93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
SEBAB TURUNNYA AYAT:
Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Juraij dari Ikrimah bahwa seorang laki-laki Ansar membunuh saudara dari Maqis bin Shababah. Maka Nabi saw. pun memberinya diat yang diterimanya dengan baik. Tetapi kemudian Maqis menerjang orang yang membunuh saudaranya itu lalu dibunuhnya pula. Sabda Nabi saw., "Saya tak ingin menjamin keamanan dirinya, baik di tanah halal atau di tanah haram," dan ternyata ia dibunuh di waktu pembebasan. Kata Ibnu Juraij, "Mengenainyalah turunnya ayat, 'Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin...' sampai akhir ayat." (Q.S. An-Nisa 93)