Siapa Penguasa Mesir Sebenarnya?
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Mesir menegaskan bahwa:
Rezim sebelumnya masih tetap memerintah dan mengendalikan urusan Mesir dan hal ini ditunjukkan oleh tenggat waktu 48 jam yang diberikan oleh angkatan bersenjata untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan (atau hal-hal lain) diantara kedua pihak yang bersengketa!
Kelompok Islam yang ikut dalam proses demokratik dalam segala bentuknya, termasuk pemilihan parlemen legislative dan pemilihan presiden dengan maksud bahwa dengan cara itu Islam akan bisa diterapkan di Mesir jelas membuat kesalahan besar pertama dalam hal tidak dipahaminya realitas dan kedua tidak dipahaminya hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan penguasa, urusan politik dan metodologi untuk membawa perubahan.
Rezim sebelumnya masih tetap memerintah dan mengendalikan urusan Mesir dan hal ini ditunjukkan oleh tenggat waktu 48 jam yang diberikan oleh angkatan bersenjata untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan (atau hal-hal lain) diantara kedua pihak yang bersengketa!
Kelompok Islam yang ikut dalam proses demokratik dalam segala bentuknya, termasuk pemilihan parlemen legislative dan pemilihan presiden dengan maksud bahwa dengan cara itu Islam akan bisa diterapkan di Mesir jelas membuat kesalahan besar pertama dalam hal tidak dipahaminya realitas dan kedua tidak dipahaminya hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan penguasa, urusan politik dan metodologi untuk membawa perubahan.
Rezim Mesir
buatan barat tidak akan pernah mengizinkan Islam untuk benar-benar
diterapkan di Mesir dan satu-satunya cara untuk menerapkan Islam adalah
pertama dengan menyingkirkan dan mengganti rezim secara radikal dari
akarnya dan landasannya.
Tentara,
pengadilan, media dan kementerian dalam negeri masih hanya
mengintegrasikan sedikit hal kepada kelompok Islam moderat untuk masuk
kedalam system dan mereka terus memegang kendali dan di belakang mereka
terdapat tangan colonial Amerika yang memerintah dengan kekuasan
tertinggi.
Kelompok Islam mencoba untuk menyenangkan Barat dan unsur-unsur sekuler di Mesir.
Kelompok Islam mencoba untuk menyenangkan Barat dan unsur-unsur sekuler di Mesir.
Mereka menerima
Demokrasi sebagai system pemerintahan, mereka meratifikasi konstitusi
sekuler dan membuat perjanjian untuk melindungi entitas Yahudi sementara
mereka menerimah hukum yang secara terang-terangan bertentangan dengan
Islam dalam hal pariwisata, klub malam dan alkohol. Meskipun semua
hal ini dilakukan dan presiden, mereka tidak dapat mengendalikan
kepemimpinan di jalan-jalan dan mereka tidak akan pernah bisa
melakukannya jika mereka tidak menjunjung prinsip-prinsip,
nilai-nilai dan aturan-aturan Islam.
Jadi, meskipun
mayoritas Muslim di Mesir menginginkan Islam dan mencintainya, kelompok
Islam pragmatis itu hanya mampu mengasingkan mereka dan mendapatkan
kemarahan dan ketidak percayaan mereka. Mereka
mendambakan pemerintahan dan posisinya tanpa sebelumnya membuat
perubahan apapun atas rezim dandengan demikian mereka menjadi alat baru
(mungkin sementara) di tangan musuh utama kaum muslimin, Amerika, selain
menjadi pelindung utama musuh entitas Yahudi yang ilegal.
Dan sekarang,
mereka telah memanggil semua pendukungnya untuk turun kejalan untuk
mendukung Presiden dan rezim yang tidak melakukan apapun selain membuat
kekufuran dan menjadikan musuh-musuh Islam menjadi lebih kuat. Hal
ini terjadi dalam menghadapi pihak oposisi yang juga telah diajak turun
ke jalan dengan alasan-alasan dusta dari kepimpinanan yang lebih suka
sebagian kelompok Islam mengambil kursi kekuasaan dari pada perubahan
rezim.
Rasulullah (Saw) bersabda: "Muslim tidaka kan jatuh (tertipu) ke dalam lubang yang sama dua kali." (HR Shahih Al-Bukhari).
Wahai Kaum Muslim, jangan biarkan dirimu digunakan oleh mereka yang hanya ingin membawa keburukan bagi anda. Para pimpinan dari kedua belah pihak telah menempatkan diri mereka berada di tangan para penjajah dan hanya ingin mengamankan kepentingan mereka sendiri sementara mereka tidak peduli dengan urusan umat atau untuk membawa perubahan radikal terhadap sistem.
Rasulullah (Saw) bersabda: "Muslim tidaka kan jatuh (tertipu) ke dalam lubang yang sama dua kali." (HR Shahih Al-Bukhari).
Wahai Kaum Muslim, jangan biarkan dirimu digunakan oleh mereka yang hanya ingin membawa keburukan bagi anda. Para pimpinan dari kedua belah pihak telah menempatkan diri mereka berada di tangan para penjajah dan hanya ingin mengamankan kepentingan mereka sendiri sementara mereka tidak peduli dengan urusan umat atau untuk membawa perubahan radikal terhadap sistem.
Islam adalah
satu-satunya hal yang bias menyatukan Anda dan bukan demokrasi,
kediktatoran atau intervensi tentara yang dapat membawa Anda kepada
kebaikan apapun dan membawa kembali martabat, kekuatandan kehormatan
Anda. Ini adalah saatnya untukmeninggalkansemua sikap emosional dan melihat peristiwa-peristiwa ini melalui agama dan keyakinan Anda.
Islam tidak
pernah mengizinkan Anda untuk mendukung apa pun selain aturan dan system
Islam dan siapa pun yang menyeru untuk membela selain Islam maka dia
melakukan dosa besar. Jadi,
kembalilah hanya kepada Allah, dan dengan tulus dan campakkan setiap
tindakan, pemikiran yang tidak berasal Kitab Allah (Swt) dan Sunnah
Rasul-Nya (Saw) dan tidak menerima apa pun selain Islam dan
implementasinya melalui sistem yang Allah (Swt) telah wajibkan di bawah
naungan Khilafah Islam. Bekerjalah
bersama umat sebagaimana saudara sesuai dengan metode Syariah
sebagaimana tuntunan Rasulullah (Saw) dan terus melanjutkan dan tetap
berada pada jalur ini hingga tercapai kemenangan atau Anda bertemu
dengan Rasulullah (Saw).
يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواإِنْتَنْصُرُوااللَّهَيَنْصُرْكُمْوَيُثَبِّتْأَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS 47:7)[] (htmesir/RZ/www.bringislam.web.id]

Posting Komentar untuk "Siapa Penguasa Mesir Sebenarnya?"