Ketika Suami Harus Pulang Mendadak (1)
SALAH
satu saat yang penting lainnya adalah saat datangnya fitnah, kata
Muhammad Abdul Halim Hamid, yaitu ketika seorang istri merasakan
perubahan jiwa pada diri suaminya yang diakibatkan oleh pengaruh para
pesolek jalanan yang menggoda. Maka hendaklah ia segera berdandan
secantik mungkin. Hal ini dilakukan untuk memagarinya dari fitnah nafsu
dan menghindarkan matanya dari melirik wanita lain.
Maka jika suatu saat suami Anda pulang mendadak dan mengajak Anda
untuk melakukan jima’, berbahagialah. Karena suami Anda memelihara cinta
dan kesetiaannya kepada Anda. Suami Anda masih menjaga agama dan
kehormatan seksualnya. Rasa cintanya kepada Anda mencegah dia dari
membiarkan pikirannya terkotori oleh fantasi yang bukan-bukan.
Karena itu, jika suatu ketika suami Anda harus pulang mendadak untuk
memperoleh kehangatan dari Anda, segeralah membersihkan diri dan
merapikan dandanan. Mintalah suami Anda untuk menunggu Anda berhias
sejenak dengan sikap yang mesra, hangat dan menggemaskan. Atau, kalau
suami Anda tidak sabar untuk memandangi wajah Anda, biarlah ia tertegun
memandangi Anda ketika berhias. Akan tetapi kalau suami Anda tidak sabar
menunggu Anda berhias, maka Anda lebih bijaksana. Jangan biarkan ia
kecewa karena hasratnya tersendat beberapa saat. Doro- ngan seks
laki-laki memang berbeda dengan dorongan seks wanita!
Ekspresi keinginan untuk melakukan hubungan seks antara Anda dan suami Anda memang berbeda!
Dari Abu Ali Thalaq bin Ali r.a., sesungguhnya Ra-sulullah Saw. bersabda,
“Apabila seorang suami mengajak istrinya, maka penuhilah segera
meskipun ia sedang berada di dapur.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Abdullah bin Mas’ud r.a. mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda,
“Seorang istri yang diajak oleh suaminya ke tempat tidurnya, tetapi
dia menangguhkannya hingga suaminya tidur, maka istri tersebut dalam
keadaan laknat.”
Begitulah. Maka ketika suami Anda harus pulang mendadak demi
menyelamatkan agama, kehormatan seksnya, serta kesetiaan cintanya kepada
Anda, segeralah menyambut suami Anda dengan kehangatan yang lain
daripada hari-hari biasanya. Tunjukkanlah kerinduan Anda kepadanya dan
tatapan mata cinta yang menggemaskan, sehingga ia semakin kuat
hasratnya. Atau, (kalau anak-anak tak melihat) berikan kecupan hangat
yang menggairahkan dan kemanjaan yang membuatnya dekat dengan Anda.
“Sebaik-baik istri kamu,” kata Rasulullah Saw., “ialah yang menjaga
diri lagi pandai membangkitkan syahwat, (yakni) keras menjaga kehormatan
kemaluannya, pandai membangkitkan syahwat suaminya.” (HR Dailami dari
Anas r.a.). [sumber: Kupinang Engkau dengan Hamdallah karya M. Fauzhil
Adhiem]
BERSAMBUNG
islampos.com/BringBackIslam
Posting Komentar untuk "Ketika Suami Harus Pulang Mendadak (1)"